Google Plus Untuk Berbisnis? Coba Cara Ini!
October 24, 2015
‘Endorse’ itu apa sih?
November 2, 2015

Cara Memilih Media Sosial yang Tepat dalam Berbisnis

Media sosial di dunia maya merupakan kekuatan besar yang telah terbukti menjadi salah satu jurus jitu dalam dunia marketing dan bisnis. Adanya media sosial (social media) memungkinkan setiap orang dapat berekspresi dalam setiap aktivitasnya. Pengaruhnya sangat besar, karena umumnya setiap konten yang kita unggah ke dunia maya melalui media sosial dapat tersebar ke seluruh dunia dan dapat disimak oleh setiap orang. Media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, Google+, dan sebagainya memiliki pengguna setia yang berjumlah ratusan juta hingga miliaran! Tak ayal bahwa penggunaan media sosial menjadi solusi yang ampuh dalam marketing.

Pertanyaannya, bagaimana cara memilih media sosial yang tepat dalam mengembangkan bisnis? Adapun faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan media sosial yang efektif antara lain kesesuaian target bisnis dalam hal ini rentang usia pengguna, jenis kelamin. Faktor lainnya adalah seberapa banyak jumlah pengguna media sosial tersebut, karena dengan jumlah pengguna yang banyak, pemasaran bisnis dalam media tersebut akan sangat efektif.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

1. Media sosial yang ‘ramai’

Media sosial yang memiliki banyak pengguna berpotensi bagi suatu bisnis untuk diketahui publik secara luas, dari berbagai jenis kelamin dan rentang usia. Contoh media sosial yang ‘ramai’ ini antara lain: Facebook, Google+, Instagram dan Twitter. Untuk media sosial terakhir, walaupun memiliki pengguna yang sangat banyak, akhir-akhir ini kurang diminati oleh penggunanya karena banyak media sosial lain yang sederhana dan kaya akan fitur, seperti Instagram atau Path, sehingga sudah jarang penggunanya yang aktif di Twitter. Untuk tiga nama pertama (Facebook, Google+ dan Instagram) memiliki basis pengguna yang kuat, tersebar dan memiliki keunggulannya masing-masing. Facebook merupakan media sosial yang paling sering dikunjungi di dunia. Fiturnya juga sangat lengkap dan penggunanyapun berasal dari rentang usia yang berbeda-beda. Tak heran, pengembangan bisnis melalui Facebook memiliki potensi yang sangat baik ke depannya. Google+ memang media sosial yang termasuk baru dan belum mendapatkan perhatian beberapa tahun lalu, namun akhir-akhir ini Google+ telah berkembang dan memiliki 500 juta pengguna. Tak seperti Facebook yang memiliki rasio gender yang hampir seimbang, Google+ lebih banyak digunakan oleh para pria. Oleh karena itu, Google+ sangat tepat bila target bisnis adalah para pria. Instagram melaju sebagai jejaring sosial yang ramai dan kontennya lebih spesifik. Kini orang-orang mengandalkan Instagram karena dinilai tepat dalam memasarkan produk, dimana konten utama Instagram sendiri merupakan foto. Dan dalam kesehariannya, banyak orang beralih ke Instagram untuk mencari produk-produk keinginannya, karena dengan adanya foto tersebut, memungkinkan pengguna untuk dapat menilai langsung produk tersebut.

 

2. Media sosial yang sesuai target gender

Dalam bisnis tertentu, adakalanya diperlukan penilaian target berdasarkan gender. Dalam hal ini banyak produk yang umumnya hanya digunakan dan dicari oleh pria, dan begitupula sebaliknya dengan wanita. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Google+ merupakan jejaring sosial yang memiliki pengguna pria lebih banyak daripada wanita. Oleh karena itu, Google+ sangat optimal digunakan dalam pemasaran produk-produk pria. Berbeda dengan Google+, Pinterest merupakan jejaring sosial yang sangat identik dengan wanita, karena pengguna wanitanya mencapai 72% dari jumlah keseluruhan penggunanya. Pinterest sederhana karena melibatkan aktivitas pinning pada board. Oleh karena penggunanya kebanyakan dari perempuan, maka konten yang tepat dalam Pinterest adalah konten yang berhubungan dengan masak, resep, kerajinan tangan, kado, dekorasi rumah, dan sebagainya.

 

3. Media sosial yang sesuai rentang usia

Media sosial tertentu memiliki pengguna yang rentang usianya lebih spesifik. Misalnya, LinkedIn merupakan jejaring sosial profesional yang umumnya merupakan pebisnis, dimana rentang usianya berkisar antara 25 hingga 64 tahun. Oleh karenanya, produk-produk yang dipasarkan juga merupakan produk yang sesuai kebutuhan rentang usia tersebut. Berbeda dengan Tumblr dan Instagram yang umumnya penggunanya memiliki rentang usia yang relatif lebih muda. Umumnya usianya merupakan tahap remaja, sehingga akan sangat optimal bagi pebisnis untuk memasarkan produk tertentu bagi para konsumen remaja.

 

4. Media sosial yang sesuai dengan tujuan bisnis

LinkedIn merupakan jejaring sosial B2B (Business to Business) yang memungkinkan para pebisnis dapat berkomunikasi. Media sosial selain LinkedIn, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Google+, Tumblr, dan sebagainya merupakan jejaring sosial yang menghubungkan pebisnis dengan konsumen/client.

 

Nah, media sosial apakah yang cocok dengan bisnismu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *